Langsung ke konten utama

Penulisan Jumlah dan Sigma

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi Penulisan Jumlah dan Sigma. Notasi sigma sangat penting dalam matematika karena ada beberapa materi yang menggunakan notasi sigma seperti "Jumlah Riemann" untuk luas suatu daerah tertentu, "Barisan dan Deret", "Matematika Keuangan" serta "Induksi Matematika".

Pengertian Notasi Sigma

Notasi Sigma yang ditulis dengan lambang Σ adalah sebuah huruf Yunani yang berasal dari kata asing “sum” yang artinya jumlah. Notasi ini digunakan untuk meringkas penulisan pemjumlahan bentuk Panjang dari jumlah suku-suku yang merupakan variabel  berindeks atau suku-suku suatu deret. Penjumlahan pada notasi sigma dilakukan dengan meningkatkan indeksnya satu dari batas bawah sampai batas atasnya.

Penulisan Sigma

Jika diketahui suatu barisan tak berhingga `a_1,\ a_2,\ a_3,\ ...,\ a_n` maka jumlah dari n suku pertama barisan tersebut dinyatakan dengan `\sum_{k=1}^nak.` artinya bentuk

`\sum_{k=1}^nak=\ a_1+a_2+a_3+...+a_n.`

Catatan :

*). Indeks k bertambah sat uterus dari batas bawah (k=1) sampai batas atas (k=n).

*). Indeks k bisa diganti dengan huruf lain, misalkan I, j, dan lainnya.

*). `a_k` adalah suatu fungsi dengan variabel k

Suatu jumlah dapat dituliskan dalam lebih dari satu cara dengan notasi sigma melalui pengubahan batas-batas jumlah.

Contoh 1

` \overset5{\underset{k=1}{\sum\ }}2k=2+4+6+8+10`

` \overset4{\underset{k=0}{\sum\ }}(2k+2)=2+4+6+8+10`

` \overset6{\underset{k=2}{\sum\ }}(2k-2)=2+4+6+8+10`

Perubahan Indeks Jumlah

Terkadang dalam menentukan jumlah dengan notasi sigma, kita ingin menganti indeks jumlah dengan indeks jumlah yang lainnya. Berikut ini diberikan satu contoh illustrasi bahwa hal ini mungkin dilakukan.

Contoh 2

nyatakan `\sum_{k=3}^7 5^{k-2}` dalam notasi sigma sehingga batas bawah dari sigma adalah nol.

Penyelesaian :

misalkan indeks baru adalah , maka

j = k – 3

sehingga jika k=3, maka j=0 , dan jika k=7, maka j=4. Jadi j bergerak dari j=0 sampai j=4. Sehingga,

`\sum_{k=3}^7 5^{k-2}=\sum_{j=0}^4 5^{(j+3)-2}=\sum_{j=0}^4 5^{j+1}`

Kita dapat mengecek bahwa  `\sum_{k=3}^7 5^{k-2}` adalah `5+5^2+5^3+5^4+5^5` 

Sifat-sifat Σ

Dianggap sebagai operator Σ, beroperasi pada barisan dan operator itu melakukannya secara linear.

Kelinearan Σ Misalkan `(a_i)\ dan\ (b_i)` menyatakan dua barisan dan c suatu konstanta. Maka :

1.` \sum_{i=1}^n ca_i=c\sum_{i=1}^n a_i;`

2.`\sum_{i=1}^n (a_i+b_i)=\sum_{i=1}^n a_i+\sum_{i=2}^n b_i;`

3.`\sum_{i=1}^n (a_i-b_i)=\sum_{i=1}^n a_i- \sum_{i=2}^n b_i;`

Contoh 3

` \sum_{I=1}^{100}(2a_i-3b_i+4)`

= `\sum_{I=1}^{100}2a_i-\overset{100}{\underset{I=1}{\sum3b_i}}+\sum_{I=1}^{100}4`

= `\overset{100}{\underset{I=1}{2\sum}}a_i-\overset{100}{\underset{I=1}{3\sum b_i}}+\sum_{I=1}^{100}4`

= 2(60) – 3(11) + 100(4) = 487

Beberapa Jumlah Khusus

Pada bagian ini, kita akan meninjau jumlah dari bilangan bulat positif yang pertama, seperti halnya jumlah kuadrat-kuadratnya, pangkat tiganya, dan seterusnya. Beberapa dari masalah ini mempunyai rumus-rumus jumlah suku ke- yang cukup manis. Deret-deret tersbut diantaranya adalah:

Contoh 4

Hitung `\sum_{k=1}^{30}k(k+1)`

Penyelesaian :

`\sum_{k=1}^{30}k(k+1)=\sum_{k=1}^{30} (k^2 + k)=\sum_{k=1}^{30}k^2=\sum_{k=1}^{30}k`

`=\frac{30(31)(61)}6+\frac{30(31)}2=9920`

Catatan :

Dalam rumus

`\sum_{k=1}^nk^2=\frac{n(n+1)(2n+1)}6`

Atau

`1^2+2^2+3^3+...+n^2=\frac{n(n+1)(2n+1)}6`

Ruas kiri dari kesamaan, dikatakan bahwa jumlah diekspresikan dalam bentuk terbuka dan ruas kanan dikatakan mengekspresikan jumlah dalam bentuk tertutup.

Mungkin itu saja informasi yang bisa saya berikan terkait materi Penulisan Jumlah dan Sigma. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Integral Tentu - Pendahuluan Luas

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi Integral Tentu.  Seperti halnya garis singgung yang mendasari turunan, masalah luas merupakan dasar untuk pembahasan integral tentu khususnya luas poligon, baik poligon dalam maupun poligon luar yang dapat dibuat pada bidang datar, didasarkan atas rumus luas persegi panjang. 1.Luas Menurut Poligon Dalam Sebagai contoh, akan dicari L(P) Luas Daerah datar yang dibatasi oleh kurva `y=f(x)=x^2` , sumbu –x, garis x = 0 dan x = 2. Pertama dipartisikan selang `0\leq x\leq2` atas selang bagian yang sama dengan panjang `\triangle x=2/n`, dan memakai titik-titik : `0=x_0<x_1<x_2<...<x_{n-1}<x_n=2`, sehingga: `x_0=0 x_1=0+\triangle x=2/n=1\left(2/n\right)` `x_2=0+2\triangle x=4/n=2\left(2/n\right)` `x_3=0+3\triangle x=6/n=3\left(2/n\right)` . . . `x_n=0+n\triangle x=n\left(2/n\right)=2` Pada gambar tampak bahwa `L\left(P\right)_{dalam}<L\left(P\right)_{luar}` Luas poligon dalam : `L\left(P_{dalam}\right...

Integral Tentu - Pengertian, Sifat-sifat, Teorema Simetri, Teorema Periodik, dan Teorema Nilai Rata-Rata

Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai materi Integral Tentu yakni Pengertian, Sifat-sifat, serta  Teorema Simetri, Teorema Periodik, dan Teorema Nilai Rata-Rata. Simak pembahasannya di bawah ini! 1.   Pengertian Integral Tentu Misalkan L adalah luas di bidang datar yang dibatasi oleh kurva y = f(x), sumbu X, garis x = a, dan garis x = b, maka luas L ditentukan oleh hubungan `L=\int_a^bf(x)\ dx` Bentuk   `\int_a^bf(x)\ dx`dinamakan sebagai integral tentu atau integral Riemann dan   `\int_a^bf(x)\ dx` dibaca sebagai integral tentu f(x) terhadap x untuk x = a sampai x = b. Untuk menentukan nilai dari `\int_a^bf(x)\ dx`, kita dapat menggunakan Teorema Dasar Kalkulus yang ditemukan secara terpisah oleh Sir Isaac Newton (1642 – 1727) di Inggris dan Gottfried Wilhelm Leibnitz (1646 – 1716) di Jerman. Teorema Dasar Kalkulus Yang dimaksud dengan teorema dasar kalkulus adalah suatu teorema yang mendasari kalkulus dan harus diingat secar...

Aplikasi Integral Tertentu - Volume Benda Putar Bagian 1

Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan dari materi Aplikasi Integral Tertentu yaitu Volume Benda Putar. Simak pembahasannya di bawah ini.   B. Volume Benda Putar   Apa yang disebut volume? Kita mulai dengan benda-pejal sederhana yang disebut silinder tegak, empat diantaranya diperlihatkan pada Gambar 1. Dalam tiap kasus, benda itu dibentuk dengan cara menggerakkan suatu daerah rata (alas) sejauh dengan arah tegak lurus pada daerah tersebut. Dan dalam tiap kasus, volume benda-pejal didefinisikan sebagai luas alas dikalikan tinggi h, yakni  V=A . h Berikut perhatikan sebuah benda-pejal yang penampang-penampangnya tegak lurus dengan suatu garis memiliki luas yang diketahui. Khususnya, misalkan garis tersebut adalah sumbu-x dan misalkan bahwa luas penampang pada adalah x adalah `A(x)` dengan `a\leq x\leq b` (Gambar 2). Kita partisikan interval dengan menyisipkan titik-titik `a=x_0<x_1<x_2<...<x_i=b`. Kemudian kita lewatkan bidang-b...